Sabtu, 18 November 2017
BAB V
1. Konsep
Organisasi
Secara konseptual ada dua batasan
yang perlu dikemukakan di sini, yakni istilah “organization” sebagai kata benda dan “organizing” (pengorganisasian) sebagai kata kerja, menunjukkan pada
rangkaian aktivitas yang harus dilakukan secara sistematis.
Organisasi adalah suatu sistem, mempunyai struktur dan perencanaan yang dilakukan dengan penuh kesadaran, di dalamnya orang-orang bekerja dan berhubungan satu sama lain dengan suatu cara yang terkoordinasi, kooperatif, dan dorongan-dorongan guna mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan (Beach, 1980; Champoux, 2003).Apabila kita membicarakan organisasi sebagai suatu sistem, berarti memandangnya terdiri dari unsur-unsur yang saling bergantungan dan di dalamnya terdapat sub-sub sistem. Sedangkan struktur di sini mengisyaratkan bahwa di dalam organisasi terdapat suatu kadar formalitas dan adanya pembagian tugas atau peranan yang harus dimainkan oleh anggota-anggota kelompoknya.
Istilah organisasi dapat pula diartikan sebagai suatu perkumpulan atau perhimpunan yang terdiri dari dua orang atau lebih punya komitmen bersama dan ikatan formal mencapai tujuan organisasi, dan di dalam perhimpunannya terdapat hubungan antar anggota dan kelompok dan antara pemimpin dan angota yang dipimpin atau bawahan (Beach and Reinhartz, 2004; Bush and Middlewood, 2005).
Dari kedua definisi di atas, dapat
dinyatakan betapa pentingnya organisasi sebagai alat administrasi dan manajemen
dalam melaksanakan segala kebijakan/keputusan yang dibuat pada tingkatan
administratif maupun manajerial. Dalam hubungan ini, hakiki organisasi dapat
ditinjau dari dua sudut pandangan. Pertama, organisasi dipandang sebagai wadah,
tempat di mana kegiatan administrasi dan manajemen dilaksanakan. Kedua, sebagai
proses yang berusaha menyoroti interaksi (hubungan) antara orang-orang yang
terlibat di dalam organisasi itu.
Pemahaman organisasi dan manajemen perlu bagi analisis. Pemahaman ini vital bagi perancangan sebuah SIM. Penerapan sistem informasi berdasarkan komputer dapat mempengaruhi struktur organisasi, motivasi dalam organisasi, manajemen dan pengambilan keputusan.
Dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemen, manajer terlibat dalam membentuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan fungsi tersebut, pengambilan keputusan dan interaksi manusia. Interaksi manusia adalah orang-orang di dalam dan di luar organisasi dan dengan atasan serta bawahan. Baik mutu pengambilan keputusan maupun interaksi dengan orang akan mempengaruhi efektivitas dalam mana organisasi beroperasi. Fungsi manajemen, pengambilan keputusan dan interaksi mansuia dibatasi oleh sumber daya yang tersedia bagi organisasi dan kendala luar organisasi (industri, masyarakat dll) dalam mana organisasi beroperasi.
BAB IV
Konsep Dasar Sistem Informasi
Konsep
dasar Sistem adalah meliputi dari berbagai aspek dan sudut pandang yang
berbeda-beda sesuai dengan keterangan dalam hal-hal yang berkaitan dengan
sistem memiliki ciri dan karakteristik sebagai berikut :
Konsep Dasar Sistem Informasi
A. Pengertian Sistem
Definisi sistem yang menekankan pada
prosedurnya
Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari
prosedur-prosedur yang saling berhubungan berkumpul bersama-sama untuk
melakukan suatu kegiatan atau untuk melakukan suatu sasaran tertentu (jerry
Fitz, dkk “Fundamental of System Analysis”).
Komponen-komponen atau sub-sub sistem dalam suatu sistem
tidak dapat berdiri lepas sendiri-sendiri. komponen atu sub saling berinteraksi
dan saling berhubungan dan membentuk suatu kesatuan sehingga tujuan atau
sasaran sistem tersebut dapat tercapai.