Sistem Antrian pada
Biro Keuangan (Studi Kasus: Universtas Muhammadiyah Cirebon)
A.
PENDAHULUAN
. Latar Belakang Masalah
Perkembangan
teknologi semakin maju dengan pesat, dampak dari teknologi sangat dibutuhkan
dilingkungan masyarakat maupun mahasiswa. Secara umum system informasi untuk
pengambilan keputusan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
Bagian keuangan yang ada pada Universitas Muhammadiyah
Cirebon (UMC) memfasilitasi pembayaran kuliah melalui bank BNI Syariah, tetapi
peminat untuk melakukan transaksi melalui bank kurang diminati. Mahasiswa
sendiri lebih menyukai pembayaran secara langsung melalui bagian keuangan yang
ada pada kampus 1dan kampus , akibatnya bagian keuangan yang hanya memiliki 1-2
orang petugas terjadi penumpukkan antrian yang tidak tertib. Hamper semua
mahasiswa ingin mendahului hal ini berakibat pada mahasiswa yang datang lebih
dulu bisa trgeser oleh mahasiswa yang berebut dibagian meja keuangan. Dan
pemandangan seperti itu tidak seharusnya terjadi mengingat paa antrian
pembayaran itu mahasaiswa dan menampilkan pemandangan yang tidak tertib.
Banyaknya mahasiswa yang ingin melakukan registrasi
maupun pembayaran kuliah sellu terjadi penumpukan menjelang Ujian tengah
Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS)hal ini harus ditangani cukup
serius agar tidak terjadi kesalahan pada antrian. Menggunakan stuck data agar
siapa yang datang lebih dahulu maka ia yang keluar lebih dahulu. Dibuatlah
sebuah system aplikasi yang lebih terintegrasi dengan menggunakan PHP (PHP:
Hypertext Processor) dan database MySQL. Aplikasi ini mengunakan system
komputerisasi berbasis web. Oleh karena itu, dengan dibuatnya system antrian
dapat menggantikan antrian secara manual dan dapat mempermudah pekerjaan
sehingga tidak ada merasa ada pihak dirugikan dan peningkatan kinerja tidak
tersendat dengan beberapa protes mahasiswa yang sedang menunggu.
Berdasarkan latar belakang dan kejadian yang tidak
sepantasnya terjadi maka dibuatlah laporan penelitian pengolahan data yang
cepat dan akurat yang berjudul: Sistem Antrian pada Bagian Keuangan (Studi
Kasus: Universtas Muhammadiyah Cirebon).
2. Identifikasi
Masalah
Permasalahan
yang dapat diidentifikasi oleh penulis berdasakan latar belakang adalah
sebagai berikut:
1)
Sistem
antrian pembayaran di Bagian Keuangan masih menggunakan kertas untuk pemanggian
berdasarkan nama dan nim
2)
Mahasiswa
berusah menyelipkan kertas paling bawah agar cepat mendapatkan pelaya akademik.
3. Rumusan
Masalah
Dari
identifikasi masalah yang ada, maka penulis merumuskan masalah, sebagai
berikut:
a.
Bagaimana
membuat system aplikasi yang menggunaan data penginputan secara ofline pada
system antrian di Bagian Akademik.
b.
Bagaimana
membuat aplikasi yang dapat memudahkan dalam melakukan antrian .
c.
Bagaimana
membuat system aplikasi untuk mendata mahasiswa yang melakukan daftar antrian
dan tersambung pada komputer petugas Bagian Keuangan.
d.
Bagaimana
menghasilkan system informasi yang aman dan akurat.
e.
Bagaimana
cara mengimplementasikan desain system menjadi sebuah aplikasi berbasis web
yang siap pakai untuk mahasiswa di Universita Muhammadiyah Cirebon dalam
melakukan pembayaran .
4 . Batasan
Masalah
Agar
pembahasan masalah yang dilakukan dapat terarah dengan baik dan tidak
menyimpang, maka penulis menuliskna garis besar permasalahan dan membatasi
masalah yang akan dibahas, yakni:
a.
Sistem
informasi ini dibatasi penelitian meliputi:
1)
Input
dat pelayanan di Universitas Muhammadiyah Cirebon melalui web
2)
Menyimpan
data yang telah diisikan oleh mahasiswa, dan tersambung dari komputer untuk
antrian ke komputer petugas Bagian keuangan
5. Maksud
dan Tujuan Penelitian
a. Maksud
Penelitian
Berdasarkan
permasalahan yang diteliti, maka maksud dari penulisan tersebut adalah:
1)
Meminimalisir
proses kinerja secara manual dengan melakukan panggilan oeh petugas biro
keuangan.
2)
Mempermudah
dalam melakukan antrian dan tidak takut merasa dicurangi.
3)
Mengektifkan
kinerja bagian keuangan agar tidak merasa terganggu oleh mahasiswa yang
berkumpul didepan meja, karena antrian berdasarkan urutan antrian yang
terdaftar dalam system.
b. Tujuan
Penelitian
Berdasarkan
rumusan masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1)
Mempermudah
pekerjaan yang dilakukan oleh petugas bagian keuangan.
2)
Membantu
mahasiswa dalam melakukan antrian agar tidak merasa dicurangi saat melakukan
registrasi.
3)
Meningkatkan
pelayan akademik menjdai lebih cepat, dalam penangan pembayaran mahasiswa.
6. Manfaat
Penelitian
a. Bagi
Penulis
1)
Sebagai
penerapan ilmu dan teori yang diperoleh selama melakukan studi di Universitas
Muhammadiyah Cirebon.
2)
Dapat
memperdalam pengetahuan dan wawasan mahasiswa tentang aplikasi teknologi
sebagai penunjang pekerjaan di lapangan.
3)
Dapat
melatih diri agar tanggap dan peka dalam menghadapi permasalahan di lingkungan
kerja.
b. Bagi
Fakultas Teknik
1)
Sebagai
bahan rujukan mahasiswa teknik dalam mengerjakan tugas akhir.
2)
Sebagai
bahan referensi mahasiswa teknik dalam mengerjakan tugas akhir.
c. Bagi
Unversitas Muhammadiyah Cirebon
1)
Membantu
petugas biro keuangan pada pelayanan registrasi sekaligus menertibkan antrian
pada proses pembayaran di biro keuangan
B.
TINJAUAN PUSTAKA
Sistem
Antrian pada Bagian Keuangan (Studi Kasus: Universtas Muhammadiyah Cirebon).
Adalah judul dari penelitian yang dilakukan oleh penulis sebagai tolak ukur.
Didalam tinjauan pustaka berisi mengenai
referensi atau kutipan-kutipan pada teori atau dari buku maupun jurnal yang
memiliki judul maupun isi yang serupa yang dilakukan oleh peneliti.
Didalam penelitian ini penulis mengambil dari
beberapa refernsi dari jurnal yang berkaitan dengan penilitan yang dibuat.
Farkhan
(2013), pada skripsinya yang berjudul “Aplikasi Teori Antrian dan Simulasi pada
Pelayanan teller Bank” Teori Antrian merupakan studi matematika dari antrian
atau garis tunggu. Garis tunggu merupakan fenomena alam yang terjadi bilamana
permintaan terhadap suatu pelayanan pada waktu-waktu tertentu melebihi
kapasitas pelayanan. Secara umum Periode sibuk dapat digambarkan dengan proses
dari sistem antrian dimulai ketika pelanggan tiba, kemudian menunggu, dan akan
berakhir ketika pelanggan meninggalkan sistem. Sepanjang periode sibuk selalu
ada setidaknya satu pelanggan dalam system. maka akan terjadi antrian, dan
perilaku manusia menjadi hal yang tidak terlepas dari masalah antrian ini.
Faktor ketidakpastian (randomize) juga sangat berpengaruh dalam sistem
pelayanan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengamati sistem yang
mengandung faktor ketidak pastian yaitu menggunakan model simulasi. Dan
simulasi berusaha mempresentasikan sistem nyata, dengan simulasi memungkinkan
untuk dapat mengamati bagaimana sistem model ini berperilaku. Semakin mampu
sistem simulasi menirukan sistem nyatanya maka semakin baik model tersebut
Hasil penelitian yang diperoleh dari
tugas akhir ini peneliti menggunakan metode Content
Management System (CMS), CMS
merupakan sebuah sistem
yang
dapat membantu
pengguna dalam mengembangkan sistem
yang dibutuhkannya. Dengan adanya CMS, maka pengguna dapat
memilih CMS yang
sesuai dengan kebutuhannya. Hal
ini tidak terelakan karena dengan
adanya CMS, maka pengguna yang
minim pengetahuan tentang pembuatan sistem
dapat dengan mudah mendapatkan sebuah
sistem yang sesuai dengan proses bisnis yang dijalani.
Menurut Robiati (2014), pada skripsinya
yang berjudul “Analis Sistem Antrian Seri pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan
dan optimalisasinya”
Pada sistem
antrian, distribusi kedatangan
merupakan faktor penting yang
berpengaruh besar terhadap
kelancaran pelayanan. Distribusi
kedatangan terbagi menjadi dua
yaitu (1) kedatangan secara individu (single arrivals) dan (2) kedatangan secara
kelompok (bulk arrivals).
Kedua komponen ini
harus mendapatkan perhatian yang
memadai saat pendesainan
sistem pelayanan
Tabel 1. Perbandingan Tinjauan Pustaka
No.
|
Penulis
|
Judul
|
Metode
|
.
|
Sepanjang
periode sibuk selalu ada setidaknya satu pelanggan dalam system. maka akan
terjadi antrian, dan perilaku manusia menjadi hal yang tidak terlepas dari
masalah antrian ini. Faktor ketidakpastian (randomize) juga sangat
berpengaruh dalam sistem pelayanan. Salah satu cara yang dapat digunakan
untuk mengamati sistem yang mengandung faktor ketidak pastian yaitu
menggunakan model simulasi
Perbedaan:
dengan
menggunakan CMS
|
||
2.
|
Puji Robiati (2014)
|
Analis Sistem Antrian
Seri pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Optimalisasinya
(Studi Kasus di Puskesmas Ungaran Kabupaten
Semarang)
|
Distribusi kedatangan terbagi menjadi dua yaitu (1) kedatangan secara individu
(single arrivals) dan (2) kedatangan secara
kelompok (bulk arrivals)
Perbedaan: karena bersifat open
souerce jad lebih mudah diretas dan sering mendapati update versi terbaru,
sehingga hal ini cukup meropatkan apabila dipakai petugas biro keuangan. Jadi
dengan menggunakan PHP, aplikasi atau system yang dibuat bertujuan memudahkan petugas keuangan
dengan menggunakan system berbasis php.
|
C.
LANDASAN TEORI
1. HTML
Rozi (2016) Hypertex
Markup Languege (HTML) adalah bahasa penkodean yang digunakan untuk membuat
halaman web agar bisa ditampilkan melalui browser
2. Java Script
Rozi
(2016) Java script adalah dua bahasa pemrograman yang berbeda. Bersama HTML dan
CSS, Javascrip menjadi tiga teknologi paling utama dalam pembuatan konten
website. JavaScript sudah didukung oleh berbagai browser modern, sehingga tidak
membutuhkan plug-ins apapun
3. PHP
Rozi
(2016) Website modern dewasa ini dirancang menggunakan pemrograman web dan
berbasi database. Erbeda dengan JavaScript yang bersifat client side. Script
pemrograman web dan databasenya bersifat server side. Jadi, saat pengunjung
mengakses sebuah web, maka server di internet akan memproser script
pemrogramannya, mengolah database sesuai permintaan, lalu mengirimkan output
dalam bentuk dokumen HTML kepada pengunjung.
4. My
SQL
Solichin
(2009) MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL
(bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread,
multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat
MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis di bawah lisensi GNU General
Public License(GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk
kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.
5. AJAX
Desrizal
(2013) AJAX adalah singkatan dari Asynchronous JavaScript and XML. AJAX, terdiri
dari HTML, Javascript, DHTML dan DOM yang kemudian digabungkan dengan bahasa
pemograman web di sisi server seperti PHP dan ASP, sehingga membentuk suatu
aplikasi berbasis web yang interaktif. AJAX bukanlah bahasa pemograman baru,
tetapi adalah teknik baru untuk membuat aplikasi web lebih baik, lebih cepat
dan lebih interaktif.
6. DFD
Pengertian Data Flow Diagram (DFD) menurut
Jogiyanto Hartono adalah :
“Diagram yang menggunakan notasi simbol
untuk menggambarkan arus data system”.
7. Database
Management System (DBMS)
Database Management System(DBMS)
DBMS merupakan sebuah sistem yang dapat menyimpan data agar tidak bersifat volatiledengan analisa
– analisa yang
telah dilakukan baik menggunakan
Entity Relationship Diagram maupun menggunakan Class Diagram dan
berisi koleksi data operasional
yang digunakan oleh sistem–sistem
aplikasi suatu
perusahaan/organisasi, sehingga dapat mendefinisikan, menciptakan,
menyimpan serta menyediakan akses
ke database dan repository-nya. Repository yang terdapat dalam
DBMS juga dikenal dengan istilah Data Dictionaryyang berguna
untuk menyimpan semua metadata
untuk suatu database termasuk informasi tentang hubungan
antar file – file atau tabel – tabel dalam database tersebut. (Shita, 2011).
D.
RANCANGAN PENELITIAN
Pengertian perancangan menurut (Amin, 2013), suatu
prosuder untuk mengkonversi spefikasi logis kedalam sebuah desain yang
bertujuan untuk mendapatkan gmbaran dengan jelas apa yang harus di kerjakan.
Perancangan ini dilakukan setelah melakukan tahap analisis sistem selesai.
Rancangan
penelitian dengan menggunakan flowchart:
![]() |
Perancangan
system antrian loggin oleh admin pada web server local
Gambar 1. Tampilan utama pada sitem antrian

Gambar
2 tampilan aplikasi pemanggil antrian
oleh admin
Perancangan
system pemanggilan nomor antrian oleh admin.
Tampilan
antrian pada admin saat pengoperasian system antrian![]() |
Tabel
1 diagram konteks sistem antrian
Mahasiswa
|
Biro
Keuangan
|
![]() |
Gambar 3
display ketika admin memanggil mahasiswa untuk melakukan administrasi
Perancangan
system antrian mengisikan oleh mahasiswa/ userpada hari system diaktifkan oleh
admin pada web server local. Layar monitor bertipe touch screen![]() |
Gambar 4
display untuk mahasiswa agar mendapat nomor antrian
Konteks
diagram mahasiswa untuk system antrian
![]() ![]() ![]() ![]() |
![]() ![]() ![]() |
Diagram
level 1

Gambar5 dfd system antrian
1.
Use
case Diagram

gambar Use Case Diagram
Berdasarkan
gambar Use case diagram yang diusulkan terdapat :
a)
system, mencakup seluruh kegiatantransaksi pembayaran kuliah
padaUniversitas Muhammadiyah Cirebon.
b)
Mahasiswa melakukan kegiatan diantaranya petugas Biro Keuangan dan
Mahasiswa
c)
Use Case, yang dilakukan antaralain : menggesekan kartu
mahasiswa, mendapatkan nomor antrian, memanggil nomor antrian, mengecek pembayaran
, melakukan pembayaran, memberikan kwitansi, menerima kwitansi.
2.
Activity Diagram

Gambar
Activity Diagram
Berdasarkan
gamba Activity Diagram Sistem yang diusulkan terdapat
a)
InisialNode, objek yang diawali.
b)
ActionState, yang dilakukan antara lain : menggesekan kartu
mahasiswa, mendapatkan nomorantrian, memanggil nomor antrian, mengecek
pembayaran, melakukan pembayaran,memberikan kwitansi, menerima kwitansi.
c)
FinalNode, objek yang
diakhiri
3. Squence Diagram

Gambar Squence Diagram
Berdasarkan
gambar Sequence Diagram diatas :
a.
Mahasiswa yang melakukan kegiatan yaitu admin.
b.
Lifeline yaitu login, home, selanjutnya, lewat, daftar tunggu
antrian, daftar selesai antrian, daftar seluruh antrian dan logout.
c.
Message (pesan) antara lain melakukan login dengan membuka
browser terlebih dahulu verifikasi, konfirmasi username dan password salah,
home, pilih selanjutnya atau lewat,view daftar tunggu antrian, view daftar
antrian selesai, view daftar seluruh antrian dan logout.
E.
METODELOGI PENELITIAN
1.
Objek
Penelitian
Penelitian
ini dilakukan karena belum terciptanya system antrian pada bagian keuangan di
Universita Muhammadiyah Cirebon yang mengakibatkan system antrian manual tidak
berjalan dengan lancar, system antrian biasanya dilakukan dengan menggunakan
First In First Out (FIFO) tetapi dengan cara antri manual yang terjadi justru
Last In First Out (LIFO)
2.
Metode
Penelitian
Metode
penelitian merupakan suatu cara untuk menyelesaikan permasalahan atau
penelitian yang dibahas oleh peneliti dengan menggunakan metode yang tepat,
agar memperoleh data dan informasi yang diterima menjadi efektif dan mencakup
semua permasalahan yang dihadapi dan
dapat teratasi dengan metode yang tepat melalui studi kasus bahwa penelitian
dilakukan pada suatu objek penelitian
3.
Analisis
Data
Metode yang digunakan untuk membangun system
anrian ini adalah model waterfall.
Model sequential Linear atau lebih dikenal dengan sebutan classic life cycle
atau waterfall.
a) Sistem
Enginering
Sebelum
system dibuat engineering adalah tahapan awal untuk melakukan sebuah metode
penelitian. Tahapan pertama yang dilakukan oleh seorang peneliti ini adalah
teknik pengumpulan data, dimana penulis melakukan pengumpulan data dengan cara
penelitian kepustakaan, dan observasi
b) Sistem
analis
Analis merupakan tindak
lanjut dari sebuah pengumpulan data, dimana system analis menggunaka diagram
ali data. Pada tahap ini menentukan solusi dari sebuah penelitian, diantaranya:
1) Menganalisis
mahasiswa yang sedang melakukan administrasi pada biro keuangan.
2) Melakukan
analisa sebuah system yang sedang berjalan secara manual sehingga dapat
dijadikan sebuah refensi untuk membuat system baru.
c) Design
Dengan Data flow
Diagram (DFD) perancangan system yang akan dibuat menjadi lebih mudah, karena
DFD juga memiliki entitas yang saling terhubung satu sama lain. Sehingga akan
terbuat konsep perancagan yang akan dibuat seperti:
1) Merancang
semua model system yang akan digunakan untuk peneliitian
d) Coding
Setelah menentukan
desain perancangan sebuah system maka dibuatlah program, melalui bahasa
pemrograman, diantaranya:
1) Menuliskan
atau memasukkan kode program yang lebih rinci, adapun software developer
menggunakan bahasa emrograman PHP Cake
e) Testing
Pengujian testing
adalah tahapan atau ujian dalam pembuatan modul yang dibuat. Banyak cara untuk
melakukan pegujian seperti alpha testing, beta testing, black box testing,
white box testingdan lain sebagainya. Pengujian testing ini berfungsi sebagai:
1) Mematiskan
desain interface sesuai kebutuhan.
2) Memastikan
program tidak ada kerancuan yang muncul dalam desain interface dan kesalahan
logika, agar system tidak mendapati
program error.
f) Maintenance
Tahapan akhir dala
sebuah pembuatan aplikasi, dimana perangkat lunak harus dilakukan oleh user
seperti:
1) Melakukan
penjadwaan pengecekan software yang ada pada system, pemeliharaan diakukan
secara rutin.
F. SISTEMATIKA PENULISAN
BAB 1 : PENDAHULUAN
Pada bab ini
berisi latar belakang, identifikasi masalah, rumusan masalah, batasan masalah,
maksud dan tujan, manfaat penelitian, metode dan teknik penelitian, dan tempat
dan waktu penelitian
BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
Pada
bab ini berisikan tema atau pembahasan dar berbagai referensi yang berkaitan
dengan topic penelitian yang kita buat.
BAB III :LANDASAN TEORI
Pada
bab ini landasan teori berisikan terkait teori utama penelitian, perancangan
system dan perangkat lunak yang digunakan.
BAB IV : ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
Pada bab ini analisis
dan perancangan system serta deskripsi dari hasil analis, dengan perancangan
system system berisi rancangan data,
rancangan tampilan dari sebuah system.
BAB V : METODELOGI PENELITIAN
Pada bab ini
menguraikan metode-metode dalam kebutuhan penelitian, yaitu metode yang
digunakan antara lain analisi data, kepustakaan dan lapangan.
BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini menerangkan bahwa kesimpulan diambil dari
hasil penelitian perancangan system antrian. Serta saran untuk penyempurnaan
penelitian untuk peneliti selanjutnya
G. JADWAL PENELITIAN
Penelitian yang dilaksanakan di Universitas
Muhammadiyah Cirebon jalan Tuparev No.70 Kedawung Cirebon dan waktu penelitia
dilaksanakan dari bulan November 2017 sampai dengan bulan Februari 2018. Adapun
perincian pelaksanaan penelitian seperti pada tabel 2 Waktu Penelitian.
Tabel 2 Waktu Penelitian
No.
|
Tahapan
|
Juli
|
Agustus
|
September
|
Oktober
|
|||||||||||||
2018
|
2018
|
2018
|
2018
|
|||||||||||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|||
1
|
Pengumpulan
|
|||||||||||||||||
Data
|
||||||||||||||||||
2
|
Perancangan
|
|||||||||||||||||
Sistem
|
||||||||||||||||||
3
|
Pembuatan
|
|||||||||||||||||
Sistem
|
||||||||||||||||||
4
|
Pengujian
|
|||||||||||||||||
Sistem
|
||||||||||||||||||
5
|
Implementasi
|
|||||||||||||||||
Sistem
|
||||||||||||||||||
6
|
Penulisan
|
|||||||||||||||||
Laporan
|
||||||||||||||||||











0 komentar:
Posting Komentar