Minggu, 08 April 2018

SEMESTER 6 ( SISTEM PARAREL DAN TERDISTRIBUSI)

PENGOLAHAN DATA TERDISTRIBUSI


DATA TERDISTRIBUSI

A.    Pengertian Data Terdistribusi
Pengolahan data terdistribusi pada sistem komputer saat ini digambarkan sebagai banyak komputer atau processor yang besar maupun kecil dalam jarak yang jauh yang dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi. Hal yang penting dalam sistem terdistribusi adalah lokasi dan masalah perancangan data. Ada beberapa definisi mengenai pengolahan data terdistribusi, antara lain
1.      Penempatan sumber daya komputer pada pemakainya.
  1. Struktur organisasi pengolahan data dengan kemampuan yang terpusat, dan pengolahan paling sedikit bagian dari suatu aplikasi dengan cara yang terdesentralisasi.
  2. Sejumlah node pengolahan data dihubungkan dengan jaringan telekomunikasi terhadap host (server / pusat) yang juga digunakan untuk mengontrol keseluruhan jaringan.
  3. Cara pembagian sumber daya komputer pada suatu organisasi sehingga sedekat mungkin dengan aplikasinya secara geografis maupun organisasional.
  4. Sistem pengolahan data terdistribusi adalah suatu sistem dimana program-program aplikasi untuk pengolahan datanya berada di node-node yang terpisah dan saling dihubungkan dan dirancang dengan kontrol yang ketat dan terintegrasi.
B.     Karakteristik pengolahan data terdistribusi
Karakteristik pengolahan data terdistribusi antara lain :
1.      Beberapa data digunakan pada banyak lokasi.
  1. Sering diperlukan sistem manajemen database yang memberikan akses kepada banyak pemakai dengan view yang berbeda dari data yang sama.
  2. Peningkatan biaya penyimpanan per bit pada unit penyimpan yang sangat besar lebih rendah dibandingkan pada penyimpan yang lebih kecil.
  3. Beberapa masalah pada data yang terpisah secara geografis adalah masalah integritas, kepemilikan, dan kemacetan (deadlock) ketika banyak processor meng-update data yang sama.

C.    Tujuan Pengolahan Data Terdistribusi
Tujuan Utama Pengolahan Data Terdistribusi :
1.       Otonomi lokal Memberikan tingkat otonomi lokal dalam komputasi kepada kelompok pemakai lokal.
  1. Pengoperasian yang terpisah dan kontrol yang terpusat
    Mengijinkan pengoperasian pengolahan data yang terdistribusi yang ditingkatkan dengan pelayanan dan database yang terpusat, dengan berbagai tingkat kontrol yang terpusat.
  2. Produktivitas Pemakai Menyediakan teknik dan bahasa sehingga pemakai dapat memberi hasil yang maksimum dalam menggunakan sistem komputer.
  3. Pengembangan aplikasi oleh kelompok pemakai Menyediakan infrastruktur bagi kelompok pemakai untuk mengembangkan aplikasinya secara mudah dan fleksibel dengan pengontrolan untuk mencegah masalah kompabilitas.
  4. Dialog Terminal Membuat terminal mudah digunakan dengan struktur dialog yang menghasilkan intelegensia yang terdistribusi.
  5. Akses untuk sumber daya dan data yang jaraknya jauh
    Memudahkan user lokal untuk mengakses berbagai sumber daya yang berguna dari lokasi yang berbeda, termasuk program dan data.
  6. Jarak menjadi tidak nyata Membuat jarak menjadi tidak nyata dengan menggunakan jaringan yang sesuai rancangannya.
  7. Ketersediaan (availability) Menghindari kegagalan sistem yang dapat dilihat oleh pemakai dan memaksimumkan ketersediaan interface sistem bagi pemakai.
  8. Privacy dan Keamanan Mencegah pengaksesan data dan sumber daya tanpa ijin dan melindungi data dari kegagalan maupun tindak kejahatan.
  9. Audit, Menjamin peng-update-an record yang penting, seperti data keuangan, yang dapat di audit dengan penuh.
  10. Ketepatan dan Konsistensi, Menggunakan kontrol ketepatan pada semua input, dan mencegah terjadinya banyak versi dari data yang sama yang tersedia bagi pemakai dalam tingkat peng-update-an yang berbeda.
  11. Kemudahan pengubahan, Menyadari bahwa sistem terdistribusi akan berkembang dan berubah dengan konstan, dan mendukung perubahan ini tanpa perusakan dan pengeluaran.
  12. Proteksi, Program dan struktur data logik yang ada tidak perlu dikerjakan kembali ketika perubahan sistem atau program lain dibuat.
  13. Penyembunyian kerumitan, Sistem sedapat mungkin menyembunyikan kerumitan dari user.

D.    Hal Teknis Pengolahan Data Terdistribusi
Hal Teknis yang Diperlukan Untuk Mencapai Tujuan :
1.       Penggunaan komputer mini dan mikro Menghubungkan komputer mikro, mini dan besar menjadi sistem yang paling efektif biayanya.
  1. Teknik Database Menggunakan teknik database untuk menjamin data yang sama dapat diakses oleh banyak pemakai dengan cara yang fleksibel.
  2. Jaringan Komputer Menggunakan jaringan yang dirancang untuk pengiriman data, surat dan mungkin juga suara atau yang lainnya.
  3. Struktur jaringan yang fleksibel, Memberikan struktur jaringan yang memberikan fleksibilitas yang tinggi untuk menambah node atau sirkuit, yang menangani lalu lintas terminal dan juga lalu lintas komputer ke komputer.
  4. Kontrol saluran yang standar, Menggunakan prosedur kontrol saluran yang standar untuk menghubungkan terminal-terminal dan untuk interkoneksi komputer.
  5. Terminal virtual,Menggunakan standar terminal virtual, unit logika dan tampilan, sehingga ketika terminal atau PC user diubah, program yang digunakan tidak perlu dituliskan kembali.
  6. Kriptografi, Menggunakan kriptografi yang memerlukan keamanan transmisi yang ketat.
  7. Keamanan, Menggunakan teknik keamanan yang ketat jika diperlukan.
  8. Audit, Menggunakan peralatan yang membuat sistem mudah di-audit.
  9. Bahasa tingkat tinggi, Menggunakan bahasa tingkat tinggi khususnya bagi user untuk mencapai fleksibilitas maksimum dalam mengakses data dan produktivitas maksimum dalam pengembangan aplikasi.
  10. Kamus data, Menggunakan kamus data untuk menjamin kompabilitas, field, record dan struktur data yang digunakan dalam unit penyimpanan yang terdistribusi.
  11. Strategi
    Mengembangkan strategi pengolahan data, termasuk di dalamnya tiga sub strategi, yaitu : pengolahan data terdistribusi, database dan jaringan. Oleh karena itu diperlukan pengembangan struktur manajemen untuk menjalankan strategi tersebut, diantaranya :
a)      Administrasi sistem terdistribusi, untuk menjamin bahwa sistem yang terpisah dapat dihubungkan dan bekerja sama sebaik mungkin.
b)      Administrasi data terdistribusi, untuk membantu perancang data terdistribusi dalam merancang struktur data yang sesuai, dan juga untuk menjamin kompabilitas antara data pada PC yang terpisah, serta untuk mendokumentasikan data dalam kamus data.
c)      Administrasi jaringan, untuk menjamin pengembangan jaringan yang sesuai.