Rabu, 28 Desember 2016

BAB VII DESAIN SISTEM SECARA UMUM


DESAIN SISTEM SECARA UMUM



1.          Tujuan Desain Model Sistem Secara Umum
  a.  Tujuan dari sistem
secara umum adalah untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang system yang baru. Desain system secara umum merupakan persiapan dari desain terinci. Desain secara umum mengindentifikasikan komponen-komponen system informasi yang akan didesain secara rinci. Desain terinci dimaksudkan untuk pemograman komputer dan ahli teknik yang mengimplementasikan sistem. Arsitek melakukan analisis, karena arsitek mulai membuat sketsa secara garis besar kepada calon pemakai rumah. Sketsa ini hanya dimaksudkan kepada calon pemakai rumah, bukan kepada ahli teknik dan insinyur-insinyur teknik sipil yang akan membangun rumah. Desain terminal yang memuat potongan-potongan gambar dengan ukuran-ukurannya yang terinci akan dibuat setelah desain secara umum ini disetujui oleh calon pemakai rumah.

     b.    Desain Model Secara Umum
Sistem analisis dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk Physical System dan Logical Model. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical syste.

2.         Komponen – komponen Desain Sistem secara Umum
   A.    Desain Model Secara Umum
Sistem analisis dapat mendesain model dari sistem informasi yang diusulkan dalam bentuk Physical System dan Logical Model. Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan alat yang yang tepat digunakan untuk menggambarkan physical syste. Dan Logical Model dapat digambarkan dengan Data Flow Diagram (DFD).

     B. Physical System

System flowchart dapat didefinisikan sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.
Simbol dan Notasi Flowchart dipakai sebagai alat Bantu menggambarkan proses di dalam program. Dan dibagi menjadi tiga kelompok :

Kamis, 01 Desember 2016

ANALISA & PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

BAB V


Soal:
1.      1.       Jelaskan teknik-teknik pengumpulan data yang dapat digunakan dalam penelitian tersebut, teknik manakah yang paling baik digunakan menurut anda? Jelaskan alasannya serta sebutkan apa kelebihan dan kekurangan dari masing-masing teknik pengumpulan data tersebut!
Jawab:
Teknik Interview (Wawancara)
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan untuk lebih mendalami responden secara spesifik yang dapat dilakukan dengan tatap muka ataupun komunikasi menggunakan alat bantu komunikasi. Sugiyono (2013:194) mengemukakan wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur. Dengan penjelasan sebagai berikut :
Wawancara Terstruktur  digunakan teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam melakukan wawancara, selain membawa instrument sebagai pedoman untuk wawancara, maka pengumpul data juga dapat menggunakan alat bantu seperti tape recorder, gambar, brosur dan material lain yang dapat membantu pelaksanaan wawancara menjadi lancar.
Wawancara tidak terstruktur, adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.

Teknik Observasi
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai cirri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga pada obyek-obyek alam yang lain. Dari proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi participant observation(observasi berperan serta) dan non participant observation.
  1.    Observasi Berperan serta (participant observation), dalam observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
   2.    Observasi Nonpartisipan, kalau dalam observasi partisipan peneliti terlibat langsung dengan aktivitas orang-orang yang sedang diamati, maka dalam observasi nonpertisipan peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen.

Sabtu, 12 November 2016

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

                                                   BAB IV 
                         ANALISIS SISTEM


4.1 ANALISA SISTEM MENURUT PARA AHLI
  1. Menurut Mc Leod :Analisa Sistem Adalah Suatu studi dari sistem yang telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau memperbaiki kekurangan dari sistem yang telah ada.
  2. Menurut  Pressman : Analisa Sistem Adalah Kegiatan menemukan atau mengidentifikasikan masalah, mengevaluasi, membuat model serta membuat spesifikasi sistem.
  3. Menurut  Yourdan : Analisa Sistem Adalah Suatu kegiatan mentransformasikan dua masukan utama, yaitu kebijaksanaan pemakai dan anggaran proyek kedalam spesifikasi yang terstruktur. Kegiatan tersebut melibatkan alat dan model diagram aliran data, diagram antar entitas dan komunikasi data.
  4. Analisa Sistem Secara Umum :adalah Memandang, Pengamatan dan menyimpulkan konsep sistem berdasarkan Sistem Informasi secara fisik dan konseptual.

4.2 LANGKAH-LANGKAH ANALISA SISTEM

Langkah-langkah dalam tahap analisa sistem hampir sama dengan yang akan langkah-langkahyang dilakukan dalam mendefinisikan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan di tahap perencanaan sistem. Perbedaannya terletak pada ruang-lingkup tugasnya. Di analisa sistem, ruang lingkup tugasnya adalah lebih terinci. Di analisa sistem ini, penelitian yang dilakukan oleh analis sistem adalah penelitian terinci, sedang di perencanaan sistem sifatnya hanya penelitian pendahuluan

Di dalam tahap analisa sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem, sebagai berikut:
  1. Identify, yaitu mengidentifikasikan masalah
  2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
  3. Analyze, menganalisis sistem
  4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.

4.3 TUGAS ANALIS SISTEM MENGIDENTIFIKASI MASALAH

      Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem.       Masalah dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Masalah inilah yang             menyebabkan sasaran dari system tidak dapat dicapai. Oleh karena itu langkah pertama yang harus dilakukan           oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-masalah yang terjadi.

BAB III KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN SISTEM

                                                                                                                                                                                                                     BAB III  
KEBIJAKAN DAN PERENCANAAN SISTEM

3.1.  Definisi Kebijakan dan Perencanaan Sistem
3.1.  Definisi KebijakanSistem
            Kebijakan sistem merupakan landasan dan dukungan dari manajemen puncak untuk membuat  perencanaan                       sistem.

         3.1.2 Definisi Perencanaan Sistem
            Perencanaan Sistem adalah proses membuat sebuah Laporan Perencanaan Sistem yang menggunakan sumber                sistem informasi yang berhubungan dan mendukung tujuan bisnis dan operasi organisasi.
 
        3.2 Proses Perencanaan Sistem
            Proses perencanaan sistem dibagi dalam 3 proses utama yaitu:
            1.  Merencanakan proyek-proyek sistem, meliputi:
            a.Mengkaji tujuan, perencanaan strategi dan taktik perusahaan
            b. Mengidentifikasi proyek-proyek sistem
            c. Menetapkan sasaran proyek-proyek sistem
            d. Menetapkan kendala proyek-proyek sistem
            e. Menentukan prioritas proyek-proyek sistem
            f. Membuat laporan perencanaan sistem
            2. Mempersiapkan proyek-proyek sistem yang akan dikembangkan, meliputi:
                 a. Menunjuk team analis
                 b.Mengumumkan proyek pengembangan sistem
            3. Mendefinisikan proyek-proyek dikembangkan, meliputi:
                a. Melakukan studi kelayakan
                 b.Menilai kelayakan proyek sistem
                 c. Membuat usulan proyek sistem
                 d.Meminta persetujuan manajemen
3.3    Proyek sistem
            Proyek sistem adalah pengembangan sebuah sistem informasi dalam suatu organisasi.
            Contoh: Proyek-proyek sistem yang bisa dikembangkan dalam sebuah Rumah Sakit adalah:
            1.Membuat sistem perancangan pendaftaran pasien baru
            2. Membuat sistem perancangan pemesanan obat-obatan
            3. Membuat sistem perancangan pembayaran gaji karyawan
            4.Membuat sistem perancangan pendaftaran rawat inap
3.4   Studi Kelayakan
            1. Definisi Studi Kelayakan
                      Studi Kelayakan adalah suatu studi yang akan digunakan untuk menentukan apakah pengembangan proyek                        sistem layak diteruskan atau tidak.
            2.Faktor-faktor yang perlu dinilai dalam studi kelayakan
   a.   Ekonomi Kelayakan
                     Ekonomi adalah metode yang paling sering digunakan untuk mengevaluasi efektivitas sistem baru. Lebih dikenal sebagai biaya / manfaat analisis, prosedur ini adalah untuk menentukan manfaat dan penghematan yang diharapkan dari sistem kandidat dan membandingkan mereka dengan biaya. Jika manfaatnya lebih besar daripada biaya, maka keputusan dibuat untuk merancang dan mengimplementasikan sistem. Seorang pengusaha yang akurat harus mempertimbangkan biaya versus manfaat sebelum mengambil tindakan.
                     Biaya studi berbasis: Sangat penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor biaya dan manfaat, yang dapat dikategorikan sebagai berikut: Biaya pengembangan dan Biaya operasi. Ini adalah analisis biaya yang akan dikeluarkan dalam sistem dan manfaat diturunkan keluar dari sistem.
Waktu studi berbasis: Ini adalah analisis dari waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pengembalian investasi. Nilai masa depan dari proyek adalah juga merupakan faktor

   b.   Hukum Kelayakan
       Menentukan apakah sistem yang diusulkan konflik dengan persyaratan hukum, misalnya sistem pengolahan data harus sesuai dengan Kis Perlindungan Data setempat

   c.   Operasional Kelayakan
        Kelayakan operasional adalah ukuran dari seberapa baik sistem yang diusulkan memecahkan masalah, dan mengambil keuntungan dari kesempatan yang diidentifikasi selama definisi lingkup dan bagaimana memenuhi persyaratan diidentifikasi dalam tahap analisis persyaratan pengembangan sistem.

     d.   Jadwal Kelayakan
       Sebuah proyek akan gagal jika waktu terlalu lama untuk diselesaikan sebelum berguna. Biasanya ini berarti memperkirakan berapa lama sistem akan mengambil untuk mengembangkan, dan jika dapat diselesaikan dalam jangka waktu tertentu menggunakan beberapa metode seperti payback period. Jadwal kelayakan adalah ukuran seberapa wajar jadwal proyek. Mengingat keahlian teknis kami, adalah tenggat waktu proyek yang wajar? Beberapa proyek yang dimulai dengan tenggat waktu tertentu. Anda perlu menentukan apakah tenggat waktu adalah wajib atau diinginkan.
             
     e.   Pasar dan Kelayakan Real Estate
       Studi Kelayakan Pasar biasanya melibatkan pengujian lokasi geografis untuk proyek pengembangan real estat, dan biasanya melibatkan bidang tanah real estate. Pengembang sering melakukan studi pasar untuk menentukan lokasi terbaik dalam yurisdiksi, dan untuk menguji lahan alternatif untuk paket yang diberikan. Yurisdiksi sering membutuhkan pengembang untuk menyelesaikan studi kelayakan sebelum mereka akan menyetujui permohonan izin untuk ritel, komersial, industri, manufaktur, kantor perumahan, atau dicampur-menggunakan proyek. Kelayakan Pasar memperhitungkan pentingnya bisnis di area yang dipilih.
              
         f.   Sumber Daya Kelayakan
          Hal ini melibatkan pertanyaan seperti bagaimana banyak waktu yang tersedia untuk membangun sistem baru, ketika itu dapat dibangun, apakah itu mengganggu operasi bisnis normal, jenis dan jumlah sumber daya yang dibutuhkan, dependensi.
             
           g.   Budaya Kelayakan
            Pada tahap ini, alternatif proyek yang dievaluasi dampaknya di tingkat lokal dan umum budaya. Sebagai        contoh, faktor lingkungan perlu dipertimbangkan dan faktor-faktor ini menjadi terkenal. Selanjutnya budaya perusahaan bisa berbenturan dengan hasil proyek.
              
          h.   Kelayakan Keuangan
          Dalam kasus proyek baru, viabilitas keuangan dapat dinilai berdasarkan parameter berikut:
            -  Perkiraan total biaya proyek
            -   Pembiayaan proyek dalam hal struktur modal, rasio utang ekuitas dan berbagi promotor dari total biaya
            - Ada investasi oleh promotor di bisnis lain
            - Proyeksi arus kas dan profitabilitasi.       
               
          i.    Produksi
     Studi kelayakan output laporan studi kelayakan, laporan yang merinci kriteria evaluasi, temuan penelitian, dan         rekomendasi.

Jumat, 04 November 2016

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI

BAB II :  TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM


1.)  Jelaskan Apa yang  dimaksud dengan Pengembangan Sistem dan sebutkan 3 alasan perlu dilakukannya pengembangan sistem.
  A.  Pengertian Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem  adalah penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan    sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
B.    Alasan / Perlunya Pengembangan Sistem
Sistem lama yang perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal :
1.  Adanya permasalahan-permasalahan (problems) yang timbul di sistem yang lama.     Permasalahan yang timbul dapat berupa :
a) Ketidakberesan sistem yang lama yang menyebabkan sistem tidak dapat beroperasi sesuai   dengan   yang diharapkan.
        b)  Pertumbuhan organisasi yang berdampak terhadap kebutuhan informasi yang semakin luas,  volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru, karena sistem yang lama tidak efektif lagi dan tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen.
2.  Untuk meraih kesempatan-kesempatan
Dalam keadaan persaingan pasar yang ketat, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat   menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan kesempatan dan peluang-peluang pasar, sehingga teknologi informasi perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi agar dapat mendukung proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen.
3. Adanya instruksi dari pimpinan atau adanya peraturan pemerintah
 Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi-instruksi dari atas    pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah
C. Prinsip Pengembangan sistem
1.      Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
2.  Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal besar maka setiap investasi modal  harus mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
a.       Semua alternative yang ada harus diinvestigasikan
b.      Investasi yang terbaik harus bernilai.
3.   Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
4. Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses pengembangan  sistem
5.  Proses pengembangan sistem tidak harus urut
6. Jangan takut membatalkan proyek
7.  Dokumentasi harus ada untuk  pedoman dalam pengembangan sistem

2). Jelaskan  dan Gambarkan Siklus Hidup Pengembangan Sistem

Minggu, 05 Juni 2016

POSTINGAN SEMESTER 2 (LAMA)


Konsep Dasar Sistem & Informasi
1. Definisi Sistem Informasi
Menurut Laudon dan Laudon (2010, p46) sistem informasi merupakan komponen yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam sebuah organisasi.
Menurut Satzinger (2010, p6), sistem informasi merupakan kumpulan komponen yang saling berhubungan, yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi sebagai hasil dari informasi.
Sedangkan O’Brien dan Marakas (2008, p4) menyatakan bahwa pengertian sistem informasi merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.
Selain itu, Stair dan Reynolds (2010, p10) mendefinisikan sistem informasi sebagai seperangkat elemen atau komponen yang saling terkait yang di kumpulkan (input), manipulasi (process), menyimpan, dan menyebarkan (output) data dan informasi dan memberikan reaksi korektif (feedback) untuk memenuhi tujuan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kombinasi seperangkat komponen yang terdiri dari orang, hardware, software, jaringan telekomunikasi dan data yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam organisasi.
Aktifitas dasar dari Sistem Informasi menurut Laudon dan Laudon (2010, p46-47) adalah sebagai berikut :

BAB VII


PENGEMBANGAN PEMROGRAMAN TERSETRUKTUR


Pengertian Pemrograman Terstruktur 
Pemrograman Terstruktur merupakan suatu tindakan untuk membuat program yang berisi instruksi-instruksi dalam bahasa komputer yang disusun secara logis dan sistematis supaya mudah dimengerti, mudah dites, dan mudah dimodifikasi.
Pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat mengunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. Bahasa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur. Sedangkan Prosedur adalah bagian dari program untuk melakukan operasi-operasi yang sudah ditentukan dengan menggunakan parameter tertentu.

Sejarah Metodologi Pemrograman
Ide pemrograman terstruktur pertama kali diungkapkan oleh Prof Edsger Djikstra dari Universitas Eindhoven sekitar tahun 1965. Dalam papernya, Djikstra mengusulkan peniadaan perintah GOTO pada pemrograman terstruktur. Berbeda dengan pendapat HD Millis yang mengungkapkan bahwa pemrograman terstruktur tidak tergantung pada ada tidaknya GOTO tetapi lebih pada struktur program itu sendiri. Dari pernyataan keduanya, memberikan gambaran tidak adanya definisi yang jelas untuk pemrograman terstruktur. Tetapi dapat digaris bawahi bahwa pemrograman terstruktur merupakan suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program.

Sabtu, 04 Juni 2016

BAB VI



 TEKNIK PENGOLAHAN DATA DAN KOMUNIKASI DATA

BATCH PROCESSSING
( Pemrosesan Data Batch / Pengolahan Data )

 Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun dataterlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yangdisebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasimengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebutterkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.Contoh dari penggunaan batch processing adalah e-mail dan transaksi batchprocessing. Dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientrimelalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkanke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistemsecara periodik. Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transactionfile dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date masterfile yang berkaitan.Batch processing memiliki manfaat:
a.       Hal ini memungkinkan berbagi sumber daya komputer antara banyak pengguna danprogram,
b.      Ini menggeser waktu pemrosesan pekerjaan untuk saat sumber daya   komputasikurang sibuk,
c.       Ini menghindari diparkir sumber daya komputasi dengan intervensi manual olehmenit-menit dan    

BAB V


BAB V 
oRGAniSAsI dIsk
1.      Hierarki Data:
Karakter    :     Bagian data yang terkecil yang mempunyaiarti
Field           :     Gabungandarikarakter (item data) yang diperlakukansebagaisuatuentitastunggal
Record       :     Kumpulan dari field yang menyatakan data 1 orang/ 1 barang
File             :     Kumpulan dari record. Contoh: File karyawan

Perintah-perintahuntukbekerjadengandirektori (DOS/Disk Operating System):
1.      MD   (Make Directory)       :   Membuatdirektori
      Perintahnya:                              MD\namadirektori
                                                        C:>MD\UMC\PIK\SOFTWARE
2.      CD    (Change Directory)   :   Pindahdirektori
      Perintahnya:                              CD\namadirektori
                                                        C:>CD\UMC\PIK\SOFTWARE\SO
                                                        C:>SO
3.      RD    (Remove Directory)   :   Menghapusdirektori
       Perintahnya:                             RD\namadirektori
      C:>RD\UMC\PIK\SOFTWARE
Syaratmenghapusdirektori:
1        Tidakada file didalamnya
2        Tidakadasubdirektorididalamnya

3        Menghapussubdirektori yang paling bawahterlebihdahulu

Sabtu, 28 Mei 2016

BAB IV

               
              SISTEM BILANGAN & KONVERSI BILANGAN


I. DEFINISI
            System bilangan (number system) adalah  suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Sistem bilanan yang banyak dipergunakan oleh manusia adalah system biilangan desimal, yaitu sisitem bilangan yang menggunakan 10 macam symbol untuk mewakili suatu besaran.Sistem ini banyak digunakan karena manusia mempunyai sepuluh jari untuk dapat membantu perhitungan. Lain halnya dengan komputer, logika di komputer diwakili oleh bentuk elemen dua keadaan yaitu off (tidak ada arus) dan on (ada arus). Konsep inilah yang dipakai dalam sistem bilangan binary yang mempunyai dua macam nilai  untuk mewakili suatu besaran nilai.
            Selain system bilangan biner, komputer juga menggunakan system bilangan octal dan hexadesimal.

II. Teori Bilangan

1.    Bilangan Desimal
Sistem ini menggunakan 10 macam symbol yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,dan 9. system ini menggunakan basis 10. Bentuk nilai ini dapat berupa integer desimal atau pecahan.
Integer desimal :
adalah nilai desimal yang bulat, misalnya 8598 dapat diartikan :
8 x 103      = 8000
5 x 102      =   500
9 x 101      =      90
8 x 100      =        8
                      8598
                                                                        position value/palce value                                                                                     absolute value


Absolue value merupakan nilai untuk masing-masing digit bilangan, sedangkan  position value adalah merupakan penimbang atau bobot dari masing-masing digit tergantung dari letak posisinya, yaitu nernilai basis dipangkatkan dengan urutan posisinya.

Pecahan desimal :
Adalah nilai desimal yang mengandung nilai pecahan dibelakang koma, misalnya nilai 183,75 adalah pecahan desimal yang dapat diartikan :
1 x 10 2           = 100
8 x 10 1           =  80
3 x 10 0           =    3
7 x 10 –1         =    0,7
5 x 10 –2         =    0,05
                          183,75

2. Bilangan Binar
            Sistem bilangan binary menggunakan 2 macam symbol bilangan berbasis 2digit angka, yaitu 0 dan 1.
Contoh bilangan 1001 dapat diartikan :

1 0 0 1




                                                            1 x 2 0 = 1
                                                            0 x 2 1 = 0
                                                            0 x 2 2 = 0
                                                            1 x 2 3 = 8
                                                                        10 (10)

Minggu, 10 April 2016

MATERI UTS



MATERI UTS


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kita semua yang sekarang ini hidup di tengah – tengah Era Globalisasisaat ini yang semuanya  serba canggih dan teknologi. Dalam dunia yang saat inisedang mengalami proses Revolusi penerapan  dari suatu teknologi komputer yangdisebut dengancomputerization (komputerisasi). Komputerisasi  tidak hanyamempengaruhi anda secara pribadi tetapi juga mempengaruhi keluarga anda,teman anda,  masyarakat, organisasi-organisasi dan hampir semua orang di duniatidak terlewatkan untuk tidak    disentuh oleh komputerisasi.Dari mulai awal komputer diciptakan untuk pertama kalinya,sudah    mulaiditerapkan dalam beberapa hal yang cukup sederhana contohnya yaitu penghitungan      secara manual dan lama kelamaan mulai kearah hal-hal yang lebihkomplek dan modern.Memang pada  sekarang ini komputer merupakan barang atau      suatu benda yang sangat penting sekali bagi setiap insan, karena setiap hari di setiaptempat dimanapun berada kita komputer atau sejenisnya itu selalu ada untukmelengkapi dan membantu kehidupan kita. Tanpa komputer mungkin kehidupanini akan tidak mengalami kemajuan, bahkan ornag yang hidup di Era yang serbateknologi yang canggih ini yang tidak dapat mengfungsikan atau tidak kenaldengan yang namannya Komputer bisa dikatakan bahwa orang tersebut sudahketinggalan zaman dalam istilah lain gaptek.



BAB II
   PEMBAHASAN

2.1 Definisi Komputer