Minggu, 05 Juni 2016

POSTINGAN SEMESTER 2 (LAMA)


Konsep Dasar Sistem & Informasi
1. Definisi Sistem Informasi
Menurut Laudon dan Laudon (2010, p46) sistem informasi merupakan komponen yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam sebuah organisasi.
Menurut Satzinger (2010, p6), sistem informasi merupakan kumpulan komponen yang saling berhubungan, yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan informasi sebagai hasil dari informasi.
Sedangkan O’Brien dan Marakas (2008, p4) menyatakan bahwa pengertian sistem informasi merupakan kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber daya yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi.
Selain itu, Stair dan Reynolds (2010, p10) mendefinisikan sistem informasi sebagai seperangkat elemen atau komponen yang saling terkait yang di kumpulkan (input), manipulasi (process), menyimpan, dan menyebarkan (output) data dan informasi dan memberikan reaksi korektif (feedback) untuk memenuhi tujuan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kombinasi seperangkat komponen yang terdiri dari orang, hardware, software, jaringan telekomunikasi dan data yang saling bekerja sama untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, pengendalian, analisis masalah dan visualisasi dalam organisasi.
Aktifitas dasar dari Sistem Informasi menurut Laudon dan Laudon (2010, p46-47) adalah sebagai berikut :

BAB VII


PENGEMBANGAN PEMROGRAMAN TERSETRUKTUR


Pengertian Pemrograman Terstruktur 
Pemrograman Terstruktur merupakan suatu tindakan untuk membuat program yang berisi instruksi-instruksi dalam bahasa komputer yang disusun secara logis dan sistematis supaya mudah dimengerti, mudah dites, dan mudah dimodifikasi.
Pemrograman terstruktur adalah bahasa pemrograman yang mendukung pembuatan program sebagai kumpulan prosedur. Prosedur-prosedur ini dapat saling memanggil dan dipanggil dari manapun dalam program dan dapat mengunakan parameter yang berbeda-beda untuk setiap pemanggilan. Bahasa pemrograman terstruktur adalah pemrograman yang mendukung abstraksi data, pengkodean terstruktur dan kontrol program terstruktur. Sedangkan Prosedur adalah bagian dari program untuk melakukan operasi-operasi yang sudah ditentukan dengan menggunakan parameter tertentu.

Sejarah Metodologi Pemrograman
Ide pemrograman terstruktur pertama kali diungkapkan oleh Prof Edsger Djikstra dari Universitas Eindhoven sekitar tahun 1965. Dalam papernya, Djikstra mengusulkan peniadaan perintah GOTO pada pemrograman terstruktur. Berbeda dengan pendapat HD Millis yang mengungkapkan bahwa pemrograman terstruktur tidak tergantung pada ada tidaknya GOTO tetapi lebih pada struktur program itu sendiri. Dari pernyataan keduanya, memberikan gambaran tidak adanya definisi yang jelas untuk pemrograman terstruktur. Tetapi dapat digaris bawahi bahwa pemrograman terstruktur merupakan suatu proses untuk mengimplementasikan urutan langkah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam bentuk program.

Sabtu, 04 Juni 2016

BAB VI



 TEKNIK PENGOLAHAN DATA DAN KOMUNIKASI DATA

BATCH PROCESSSING
( Pemrosesan Data Batch / Pengolahan Data )

 Batch processing adalah suatu model pengolahan data, dengan menghimpun dataterlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yangdisebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasimengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebutterkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.Contoh dari penggunaan batch processing adalah e-mail dan transaksi batchprocessing. Dalam suatu sistem batch processing, transaksi secara individual dientrimelalui peralatan terminal, dilakukan validasi tertentu, dan ditambahkanke transaction file yang berisi transaksi lain, dan kemudian dientri ke dalam sistemsecara periodik. Di waktu kemudian, selama siklus pengolahan berikutnya, transactionfile dapat divalidasi lebih lanjut dan kemudian digunakan untuk meng-up date masterfile yang berkaitan.Batch processing memiliki manfaat:
a.       Hal ini memungkinkan berbagi sumber daya komputer antara banyak pengguna danprogram,
b.      Ini menggeser waktu pemrosesan pekerjaan untuk saat sumber daya   komputasikurang sibuk,
c.       Ini menghindari diparkir sumber daya komputasi dengan intervensi manual olehmenit-menit dan    

BAB V


BAB V 
oRGAniSAsI dIsk
1.      Hierarki Data:
Karakter    :     Bagian data yang terkecil yang mempunyaiarti
Field           :     Gabungandarikarakter (item data) yang diperlakukansebagaisuatuentitastunggal
Record       :     Kumpulan dari field yang menyatakan data 1 orang/ 1 barang
File             :     Kumpulan dari record. Contoh: File karyawan

Perintah-perintahuntukbekerjadengandirektori (DOS/Disk Operating System):
1.      MD   (Make Directory)       :   Membuatdirektori
      Perintahnya:                              MD\namadirektori
                                                        C:>MD\UMC\PIK\SOFTWARE
2.      CD    (Change Directory)   :   Pindahdirektori
      Perintahnya:                              CD\namadirektori
                                                        C:>CD\UMC\PIK\SOFTWARE\SO
                                                        C:>SO
3.      RD    (Remove Directory)   :   Menghapusdirektori
       Perintahnya:                             RD\namadirektori
      C:>RD\UMC\PIK\SOFTWARE
Syaratmenghapusdirektori:
1        Tidakada file didalamnya
2        Tidakadasubdirektorididalamnya

3        Menghapussubdirektori yang paling bawahterlebihdahulu