DESAIN
SISTEN SECARA TERINCI
A. DESAIN INPUT TERINCI
Masukan
(input) merupakan awal dimulainya proses informasi. Bahan mentah dari informasi
adalah data yang terjadi dari transaksi – transaksi yang dilakukan oleh organisasi.
Data hasil dari transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi.
Dokumen
dasar merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap (capture) data yang
terjadi. Data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai
input ke sistem informasi untuk diolah.
a. Dokumen dasar.
Dokumen dasar merupakan formulir yang
digunakan untuk menangkap data. Data yang telah ditangkap dimasukkan kekomputer
sebagai input Sistem informasi. Dokumen dasar dapat membantu dalam penanganan
arus data sebagai berikut:
1. Dapat menunjukkan macam data yang
dikumpulkan dan ditangkap.
2. Data dapat dicatat dengan jelas,
konsisten dan akurat.
3. Dapat mendorong lengkapnya data.
4. Bertindak sebagai pendistribusian
data.
5. Dokumen dasar dapat membantu didalam
pembutktian terjadinya suatu transaksi yang sah.
6. Dokuemen dasar dapat digunakan
sebagai cadangan atau pelindung dari file-file computer.
Adapun untuk keperluan tersbut maka
dokuemn dasar harus dirancang dengan baik dengan memperhatikan hal-hal sebagi
berikut:
- Kertas yang digunakan
- Ukuran Dokumen
dasar
- Warna yang digunakan
- Judul Dokumen dasar
- Nomer dokuemen dasar
- Nomor urut dokuemn dasar.
- Nomer dan jumlah halaman
- spasi yang baik.
- Pembagian area yang baik.
- Caption.
MENGATUR TATA LETAK ISI INPUT
Tujuannya:
1) Bagi pemakai
sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari input apakah sudah
sesuai dengan yang diinginkan atau belum.
2) Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan input yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain input ini untuk menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan di suatu input.
2) Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan input yang diinginkan. Programmer membutuhkan desain input ini untuk menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikan di suatu input.
B. Desain Output
Pada tahap
desain outBput secara terinci, desain output ini hanya dimaksudkan untuk
menentukan kebutuhan output dari sistem baru. Output apa saja yang dibutuhkan
untuk sistem yang baru? Desain output secara terinci dimaksudkan untuk menjawab
pertanyaan ini. Bagaimana dan seperti apa bentuk dari outputoutput tersebut?
Desain output terinci dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Desain output
yang akan dibahas pada bab ini adalah untuk output berbentuk laporan di media
keras. Desain output di media lunak dalam bentuk dialog di layar terminal akan
dibahas di bab selanjutnya.
Bentuk Laporan
Bentuk dari laporan yang dihasilkan oleh system
informasi yang paling banyak digunakan adalah dalam bentuk table dan berbentuk
grafik atau bagan.
1) Laporan berbentuk table.
Berikut ini adalah macam-macam laporan yang berbentuk table
yang menekankan kualitas isi serta kegunaannya :
a) NOTICE REPORT
Merupakan bentuk laporan yang memerlukan perhatian
khusus. Laporan ini dibuatsesederhana mungkin tetapi jelas,
karena dimaksudkan agar permasalahan –permasalahan yang terjadi
tampak jelas sehingga dapat langsung ditangani.
b) EQUIPOISED REPORT
Isi dari equipoised report adalah hal-hal yang bertentangan.
Laporan ini biasanya digunakan untuk maksud perencanaan. Dengan disajikannya
informasi yang berisi hal– hal bertentangan, maka dapat disajikan
sebagai dasar didalam pengambilan keputusan.
c) VARIANCE REPORT
Macam laporan ini menunjukkan selisih (Variance) antara
standar yang sudah ditetapkan dengan hasil kenyataannya atau sesungguhnya.
d) COMPARATIVE REPORT
Isi laporan ini adalah membandingkan antara satu hal dengan
hal yang lainnya. Misalnya pada laporan laba atau rugi atau neraca
dapat membandingkan antara nilai– nilai elemen tahun berjalan dengan
tahun – tahun sebelumnya.
2) Laporan berbentuk grafik
Laporan yang berbentuk grafik atau bagan dapat
diklasifikasikan diantaranya sebagaiberikut :
a. Bagan Batang ( bar chart )
b. BaganGaris ( line chart )
c. Bagan Pastel ( pie chart )
BAGAN BATANG
Nilai-nilai dalam bagan batang (bar chart) digambarkan dalam
bentuk batang-batang vertical ataupun batang-batang horizontal.
Kebaikan dari bagan batang adalah sebagai berikut :
- Baik untuk perbandingan
- Dapat menunjukkan nilai dengan tepat
- Mudah dimengerti
Kelemahan dari batang adalah sebagai
berikut :
- Terbatas hanya pada satu titik saja
- Spasi dapat menyesatkan
BAGAN BARIS
Pada bagian baris (line chart), variasi data ditunjukkan
dengan suatu garis / kurva.
Kebaikan dari bagan garis adalah sebagai
berikut :
- Dapat menunjukkan hubungan antara nilai dengan baik
- Dapat menunjukkan beberapa titik
- Tingkat kecepatannya dapat diatur sesuai dengan skalanya
- Mudah dimengerti
Kelemahan dari bagan batang adalah sebagai berikut :
- Bila terlalu banyak garis atau kurva (lebih dari 4 buah
garis atau kurva), maka akan tampak rumit
- Hanya terbatas pada 2 dimensi
- Spasi dapat menyesatkan
BAGAN PASTEL
Bagan Pastel (Pie Chart) merupakan bagan yang berbentuk
lingkaran menyerupai kue pastel (pie). Tiap-tiap potong dari pie dapat
menunjukkan bagian dari data.
Kebaikan dari bagan garis adalah sebagai
berikut :
- Baik untuk perbandingan sebagian dari keseluruhannya
- Mudah dimengerti
Kelemahan dari bagan garis adalah sebagai
berikut :
- Penggunaannya terbatas
- Ketepatannya Kurang
- Tidak dapat menunjukkan hubungan bebapa titik
- Mudah dimengert
Pedoman Desain Laporan
1. Untuk laporan formal, sedapat mungkin dibagi menjadi tiga
bagian utama, yaitu :
• Judul laporan
• Tubuh laporan.
• Catatan kaki laporan yang dapat berisi ringkasan, subtotal
atau grandtotal.
2. Untuk laporan-laporan yang penting, gunakanlah kertas
yang berkualitas baik, tidak mudah sobek serta tidak mudah
kotor.
3. Untuk tiap-tiap batas tepi laporan (margin), sebaiknya
diberi jarak 2 1/2 cm, sehingga bila pinggir laporan tersobek tidak akan
mengenai isi laporannya.
4. Gunakanlah spasi baris yang cukup, sehingga laporan mudah
dibaca.
5. Untuk hal-hal yang ingin ditonjolkan, dapat ditulis
dengan huruf besar, tebal, atau digaris-bawahi.
6. Gunakanlah bentuk huruf cetak yang jelas dan tidak
membingungkan serta hindari pengguanaan font yang sulit untuk dimengerti.
7. Jika isi laporan menjelaskan suatu daftar urutan,
gunakanlah tanda "." atau "- ". Bila urutannya penting
dapat dipergunakan tanda 1,2,3 dan seterusnya dan sajikan dalam urutan yang
terpenting.
8. Letakkanlah informasi yang mendetail di lampiran dan
gunakanlah penunjuk yang mudah dipahami untuk menjelaskan kepada pemakai
laporan Ietak dari informasi detail tersebut.
9. Usahakan di dalam laporan berisi keterangan-keterangan
yang diperlukan yang mungkin akan ditanyakan oleh pemakai laporan bila
keterangan-keterangan tersebut tidak ada.
10. Laporan untuk tingkat manajemen yang lebih tinggi, sebaiknya
lebih tersaring dan untuk tingkat manajemen yang lebih rendah lebih
terinci.
11. Laporan harus dibuat dan didistribusikan tepat pada
waktunya. 7 Desain Sistem Terinci (Output dan Input)
12. Laporan harus sederhana tetapi jelas.
13. Laporan harus diungkapkan dalam bentuk dan Bahasa yang
mudah dimengerti dan dipahami oleh pemakainya.
14. Isi laporan harus akurat.
15. Laporan bilamana mungkin harus distandardisasi.
Bentuk-bentuk laporan yang selalu berubah akan menyebabkan kebingungan bagi
mereka yang menggunakannya.
16. Laporan harus berguna
17. Biaya pembuatan laporan harus dipertimbangkan
Alat-alat Desain Output Terinci
Dua buah alat desain sistem dapat digunakan untuk
desain output terinci, yaitu sebagai berikut ini.
1. Printer layout form atau printer spacing chart atau
printer layout chart merupakan suatu bagan yang digunakan untuk menggambarkan
sketsa bentuk dari output di printer.
2. Kamus data output yang merupakan pengembangan dari kamus
dari arus data. Kamus data output digunakan untuk menjelaskan secara terinci
tentang data yang akan disajikan di laporan.
Mengatur Tata Letak Isi Output
Pengaturan isi dari output akan secara langsung
menentukan kemudahan dari output untuk dipahami dan dimengerti. Pengaturan tata
letak output merupakan pekerjaan desain yang penting dan sangat diperlukan baik
bagi pemakai sistem maupun bagi programmer. Bagi pemakai sistem digunakan untuk
menilai isi dan bentuk dari output apakah sudah sesuai dengan yang dinginkan
atau belum. Bagi programmer akan digunakan sebagai dasar pembuatan program
untuk menghasilkan output yang diinginkan. Programmer membutuhan desain output
ini untuk menentukan posisi kolom, baris dan informasi yang harus disajikatt~i
suatu output. Pengaturan tata letak isi output yang akan dicetak di printer
dapat digunakan alat bagan tata letak printer (printer layout chart) dan kamus
data output. Supaya tidak dihasilkan sampah, maka input yang masuk dalam sistem
informasi harus tidak boleh berupa sampah. Oleh karena itu desain input harus
berusaha membuat suatu sistem yang dapat menerima input yang bukan sampah.
Desain input terinci dimulai dari desain dokumen dasar sebagai penangkap input
yang pertamakali. Jika dokumen dasar tidak didesain dengan baik, kemungkinan
input 8 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) yang tercatat dapat salah
bahkan kurang. Pada bab ini akan dibahas desain input terinci untuk perancangan
dokumen dasar dan kode-kode yang digunakan untuk input. Dokumen Dasar Dokumen
dasar (source document) merupakan formulir yang digunakan untuk menangkap
(capture) data yang terjadi. Data yang sudah dicatat di dokumen dasar kemudian
dimasukkan sebagai input ke sistem informasi untuk diolah. Dokumen dasar sangat
penting di dalam arus data di sistem informasi. Dokumen dasar ini dapat
membantu di dalam penanganan arus data sebagai berikut in.
1. Dapat menunjukkan macam dari data yang harus dikumpulkan
dan ditangkap.
2. Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten dan
akurat.
3. Dapat mendorong lengkapnyg data, disebabkan data yang dibutuhkan
disebutkan satu persatu di dalam dokumen dasarnya.
4. Bertindak sebagai pendistribusi data, karena sejumlah
tembusan dari formulirformulir tersebut dapat diberikan kepada
individu-individu atau departemendepartemen yang membutuhkannya.
5. Dokumen dasar dapat membantu di dalam pembuktian
terjadinya suatu transaksi yang sah, sehingga sangat berguna untuk audit trail
(pelacakan pemeriksaan).
6. Dokumen dasar dapat digunakan sebagai cadangan atau
pelindung back up) dari file-file data di komputer.
Untuk mencapai maksud tersebut,
dokumen dasar harus dirancang dengan baik. Berikut ini merupakan
petunjuk-petunjuk di dalam perancangan dokumen dasar yang baik, sebagai berikut
ini:
1. Kertas yang dipergunakan. Beberapa faktor harus
dipertimbangkan di dalam pemilihan kertas yang akan digunakan, yaitu sebagai
berikut ini.
a. Lamanya dokumen dasar tersebut akan disimpan.
b. Penampilan dari dokumen dasar.
c. Banyaknya dokumen dasar tersebut ditangani.
d. Bagaimana menanganinya (secara halus, kasar, dilipat atau
dibawa-bawa oleh pemakainya). e. Lingkungan-lingkungannya (berlemak, kotor,
panas, dingin, lembab atau mengandung asam).
f. Metode pengisian data di dokumen dasar tesebut, ditulis
tangan atau dice- 9 Desain Sistem Terinci (Output dan Input) tak dengan
mesin.
g. Kemananan terhadap pudarnya data yang dicatat di dokumen
dasar.
2. Ukuran dari dokumen dasar. Usahakan ukuran dari dokumen dasar berupa ukuran dari kertas yang standar dan banyak dijual. Ukuran kertas yang umum adalah ukuran kuarto (81/2" x 11") dan ukuran folio (81/2" x 14"). Jika dokumen dasar lebih kecil dari ukuran kertas standar, sebaiknya dibuat ukuran yang merupakan kelipatan yang tidak membuang kertas, misalnya ukuran kertas standar dibagi 2, dibagi 3, dibagi 4 dan sebagainya.
3. Warna yang digunakan. Penggunaan warna akan membantu di
dalam mengidentifikasikan dengan cepat dokumen dasar yang dipergunakan. Warna
yang baik adalah warna yang datanya mudah dibaca, terutama bila menggunakan
karbon. Warna yang baik ini adalah warna yang cerah. Warna-warna gelap, seperti
misalnya biru tua, hijau tua, merah tua, coklat, ungu, hitam dan lain
sebagainya sebaiknya dihindari untuk digunakan.
4. Judul dokumen dasar. Dokumen dasar harus diberi judul
yang dapat menunjukkan jenis dan kegunaan dari dokumen dasar tersebut. Judul
harus sesingkat mungkin tetapi jelas. Bila dokumen dasar akan digunakan oleh
pihak-pihak luar perusahaan, selain judul yang ada, maka nama perusahaan
sebaiknya juga dicantumkan.
5. Nomor dokumen dasar. Nomor dokumen dasar dapat digunakan
untuk menunjukkan keunikannya. Nomor dokumen dasar dapat diletakkan di pojok
bawah kiri atau di pojok bawah kanan (jangan di atas kiri, karena tertutup bila
distaples dan jangan di atas kanan, karena dapat membingungkan dengan nomor urut
dokumen dasar). Nomor dokumen dasar ini dapat juga digunakan untuk menunjukkan
sumber dan jenisnya. Misalnya nomor dokumen dasar PJ-FO1 dapat menunjukkan
bahwa sumbernya dari departemen penjualan (ditunjukan oleh kode PJ) dan
jenisnya adalah faktur penjualan model ke 1 (ditunjukkan oleh kode FOl). 6.
Nomor urut dokumen dasar. Disamping nomor dokumen dasar, nomor unit dari
masing-masing dokumen dasar biasanya dicantumkan di pojok kanan atas. Nomor
urut ini sangat perlu untuk tujuan pengendalian (dapat diketahui bila ada
dokumen dasar yang hilang bila nomornya meloncat), untuk pelacakan pemeriksaan
dan untuk pengarsipan.
7. Nomor dan jumlah halaman. Bila dokumen dasar terdiri
lebih dari satu halaman, maka tiap-tiap halaman harus diberi nomor dan jumlah
halamannya, supaya bila ada halaman yang hilang dapat diketahui. Misainya
halaman pertama dapat diberi nomor halaman 1-3 (menunjukkan halaman pertama
dari sejumlah 3 halaman), halaman ke dua YA Q 10 Desain Sistem Terinci (Output
dan Input) diberi nomor 2-3 dan seterusnya. Nomor dan jumlah halaman ini
biasanya diletakkan pada sebelah kanan atas.
8. Spasi. Spasi antar baris dan spasi antar karakter pada
dokumen dasar harus diperhatikan, terutama bila dokumen dasar akan diisi dengan
data yang dicetak dengan mesin. Untuk spasi di dokumen dasar harus disesuaikan
dengan spasi yang dibuat oleh mesin.
9. Pembagian area. Dokumen dasar harus dibentuk dengan
pembagian area sedemikian rupa, sehingga memudahkan untuk mencarinya guna
pengisian atau pencarian data. Pembagian area ini meliputi area judul, area
halaman, area kontrol, area organisasi, area obyek, area tubuh, area berita,
area otorisasi, area jumlah dan area nomer.
1 komentar:
hay
Posting Komentar